Pajak penjualan dipotong untuk kendaraan listrik lokal
Business

Pajak penjualan dipotong untuk kendaraan listrik lokal

File foto
File foto

ISLAMABAD: Pemerintah pada hari Rabu mengumumkan Kebijakan Pengembangan dan Ekspor Industri Otomotif baru (AIDEP 2021-26) di mana pajak penjualan kendaraan listrik lokal (EV) telah dipotong dari 17% menjadi 1%.

Kebijakan tersebut bertujuan untuk mempromosikan mobil kecil, lokalisasi, mendorong pengenalan produk baru di traktor dan sepeda motor, perlindungan konsumen, dan mempromosikan teknologi baru yaitu EV dan hibrida untuk menargetkan pasar ekspor.

Draf, yang dirilis oleh Badan Pengembangan Teknik Kementerian Perindustrian dan Produksi, menyoroti bahwa bea masuk pada bagian-bagian tertentu dari kendaraan listrik telah ditetapkan sebesar 1%.

Berdasarkan kebijakan tersebut, bea masuk atas impor EVs Completely Built-up (CBU) diturunkan menjadi 10% dari 25%; sedangkan bea masuk atas bagian tertentu kendaraan listrik sepeda motor, roda tiga, dan kendaraan niaga berat ditetapkan sebesar 1%.

Kebijakan otomotif juga mengizinkan manufaktur hybrid dalam kebijakan karena pajak penjualan telah dikurangi menjadi 8,5%.

Menurut rancangan tersebut, bea masuk pada suku cadang tertentu untuk EV hybrid dan EV hybrid plug-in untuk menarik masing-masing 4% dan 3%.

Dewan juga telah memutuskan untuk mengurangi bea masuk atas impor CBU hibrida (15% untuk di atas 1.800cc, 0% untuk 1.800cc dan di bawah).

Lebih lanjut, draf kebijakan tersebut menggarisbawahi bahwa impor kendaraan tidak akan diizinkan jika tidak memenuhi standar keselamatan.

“Tidak ada kendaraan yang diproduksi/diimpor secara lokal setelah 30 Juni 2022 yang tidak sesuai dengan peraturan WP 29 yang diciutkan,” bunyi dokumen itu.

Posted By : keluaran hk malam ini